Penting! Peluang dan Strategi dalam Berbisnis Makanan Ringan

Zhinkadiary.com – Bisnis makanan ringan dalam skala UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) berkontribusi besar dalam perekonomian secara nasional. Industri makanan memiliki pangsa pasar yang besar dan peluang usaha yang tak terbatas. Sebenarnya hal ini bisa menjadi satu ceruk bisnis bagi masyarakat Indonesia yang ingin memulai usaha di bidang makanan.
Namun dalam berbisnis makanan, sering kali ada sejumlah masalah yang dihadapi karena tingkat persaingan yang ketat, keuntungan yang kecil, atau penjualan yang menurun. Kendala seperti ini memang tidak mudah. Karena itu, diperlukan solusi dan strategi yang tepat agar masalah tersebut bisa teratasi dengan baik.
Berdasarkan pengamatan sejumlah pihak, masalah yang dihadapi para pebisnis UMKM bidang makanan ringan adalah:
  • Pemasaran
  • Permodalan
  • Pemanfaatan teknologi informasi
  • Bahan baku
  • Alat produksi
  • Pemberdayaan tenaga kerja
  • Pengembangan usaha
  • Tantangan eksternal
Peluang Bisnis Makanan Ringan
Source: avantrend/Pixabay
Di antara beberapa kendala tersebut, berikut ini Zhinkadiary.com paparkan terlebih dahulu tantangan eksternal yang dihadapi pebisnis makanan ringan.

Tantangan eksternal bisnis makanan ringan

1. Tingkat persaingan usaha

Ancaman persaingan pada jenis industri makanan ringan merupakan tantangan yang cukup sulit dihadapi. Apalagi pesaing tersebut merupakan pemain lama yang memiliki produk dengan kualitas dan rasa yang enak serta selalu melakukan inovasi produk, kemasan menarik, dan pilihan rasa yang beragam.

2. Munculnya pesaing baru

Ketika bisnis makanan ringan sudah berjalan dan memiliki konsumen yang loyal bukan jaminan bisnis akan berjalan lancar. Masalah bisa saja datang seperti munculnya pesaing baru yang memiliki performa yang cukup baik dalam kualitas produk yang ditawarkannya.

3. Ketergantungan pada pemasok

Pemasok adalah mereka yang menjalin kerja sama dengan produsen. Di antara penjual dan pemasok ini tercipta hubungan saling ketergantungan. Adanya pemasok, produk-produk akan terjual dengan mudah. Namun adakalanya jika harga bahan baku tinggi, maka pemasok pun akan memiliki daya tawarnya sendiri. Apalagi harga makanan adalah hal yang sensitif di pasaran. Hal ini yang menyebabkan penjual mau tak mau menurunkan harga produknya.

4. Daya tawar konsumen

Karena jumlah penjual produk sejenis cukup banyak, maka ada pengaruh daya tawar konsumen pada bisnis makanan ringan. Itu sebabnya, untuk mengatasi daya tawar konsumen, Anda harus meningkatkan kualitas produk agar konsumen selalu merasa puas dan loyal pada produk Anda.

 

Strategi bisnis makanan ringan

Pengembangan produk merupakan strategi untuk meningkatkan penjualan dan lebih efektif bagi penjual sebagaimana diuraikan berikut ini:
  • Melakukan observasi pada produk dan melakukan inovasi dengan mengikuti trend yang ada
  • Melakukan penelitian mengenai produk berdasarkan referensi dan ekspektasi dari konsumen
  • Melakukan pemasaran yang tidak hanya konvensional, tetapi juga menggunakan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya
  • Memisahkan antara modal dan harta usaha untuk meningkatkan efisiensi, ketelitian, dan tanggung jawab
  • Jika memiliki karyawan, maka lakukan pelatihan khusus untuk mereka di bagian produksi yang sesuai dengan SOP yang ditetapkan pemilik usaha

Peluang bisnis makanan ringan

Makanan ringan menjadi kudapan yang digemari masyarakat. Makanan ringan bisa juga disebut camilan. Bagi masyarakat Indonesia, camilan sudah menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari. Lalu, mengapa bisnis bisnis makanan ringan berpeluang untuk kita coba?

1. Pangsa pasar sudah jelas

Jaminan bisnis makanan ringan adalah bahwa produk tersebut sudah diterima oleh masyarakat. Umumnya, produk yang dijual memang sudah dikenali masyarakat luas. Kecuali, memang Anda membuat produk dan mencoba tes pasar, itu beda soal.

2. Dijamin laris manis

Selain pangsa pasar yang sudah jelas, makanan ringan juga dijamin laris manis dan semua orang tentu suka. Karena makanan ringan yang diperjualbelikan di pasaran adalah makanan yang familiar bagi semua orang.

3. Modal tak besar

Keuntungan lainnya dari bisnis makanan adalah modalnya tak terlalu besar. Peralatan untuk memproduksi makanan ringan juga termasuk alat-alat yang tersedia di dapur.

4. Dapat langsung dieksekusi

Model makanan ringan yang telah ada dapat menjadi role bisnis bagi pemula, sehingga Anda dapat segera menjualnya. Tak perlu berpikir panjang atau mencari ide bisnis lagi. Anda yang baru pertama kali memulai bisnis makanan ringan bisa langsung “gas” berjualan!

Contoh usaha makanan ringan

Mau mencoba bisnis makanan ringan apa? Pilihannya sangat banyak. Anda bisa melihat daftar aneka makanan ringan yang berpeluang menjadi bisnis berikut ini:
  • Cireng
  • Bakso goreng
  • Keripik pisang
  • Siomai kering
  • Gurilem
  • Kembang goyang
  • Stik talas
  • Tahu bakso
  • Kerupuk seblak
  • Empek-empek
  • Jamur goreng crispy
  • Cilok
  • Martabak telur
  • Cheese stick
  • Singkong goreng
  • Combro
  • Lumpia goreng
  • Pisang goreng
  • Otak-otak
  • Roti bakar
  • Bakpau
  • Batagor
Pilihlah jenis makanan ringan yang paling bisa Anda jual karena sudah sangat mengenalnya atau bisa dalam membuatnya. Demikian informasi mengenai peluang bisnis makanan ringan yang perlu Anda tahu. Semoga membantu!

Leave a Comment