5 Contoh Usaha Sampingan di Desa yang Menguntungkan dan Menjanjikan

Iklan 728x90

5 Contoh Usaha Sampingan di Desa yang Menguntungkan dan Menjanjikan

Usaha sampingan yang menguntungkan bisa dilakukan di desa, tidak hanya di kota besar saja. Meski desa secara struktural dan ekonomi masih di bawah perkotaan, namun desa memiliki sumber daya alam yang lebih besar daripada kota.

Desa sebenarnya memiliki potensi sumber daya manusia yang tak kalah ketimbang kota...

Hanya, persoalannya banyak desa-desa belum mengembangkan secara optimal potensi yang bisa mereka garap. Padahal masyarakat kota sangat bergantung pada desa. Contohnya, beras. Tanpa masyarakat desa yang menanami padi, mana mungkin masyarakat kota bisa mengonsumsi beras. Dengan kata lain, ada saling ketergantungan antara masyarakat desa dan kota.

Akan tetapi, hal yang paling menyedihkan adalah banyak anak muda di desa yang pergi ke kota untuk memperbaiki kualitas ekonominya.

Ini mungkin benar pada satu sisi, tetapi pada sisi lain, anak muda tersebut tidak mampu mengembangkan potensi lokal yang ada pada desanya.

Pasalnya, setiap desa yang ada di Indonesia memiliki keunikan satu sama lain.

Usaha sampingan desa

Keunikan ini bisa menjadi modal utama dalam membangun desa sampai taraf maju. Bukan sebaliknya. Hingga sekarang, banyak desa-desa yang mulai menunjukkan jati dirinya. Misalnya, ada satu desa yang menghasilkan tanaman cokelat, sehingga dibentuklah badan usaha milik desa yang bertugas membudidayakan dan memasarkan cokelat ke kota-kota, bahkan ekspor ke luar negeri.

Desa tidak lagi menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga bisa mengolahnya dengan baik. Inilah kekurangan yang terdapat pada desa-desa di Indonesia.

Karena itu, memang diperlukan ilmu pengetahuan sehingga masyarakat desa jadi sadar bahwa mereka juga mampu mengolah bahan baku hingga bermetamorfosis produk jadi. Secara ekonomi, mereka akan mendapatkan keuntungan lebih, ketimbang hanya menjual bahan bakunya saja.

Selain itu, peran pemerintah daerah, dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga tingkat kepala desa memang harus melakukan sinergi dalam mengatasi hal tersebut.

Adanya BUMDesa yang mulai santer sejak diresmikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi merupakan lonceng bahwa desa dapat menjadi pusat industri yang dapat bermain pada tingkat global.

Karena itu, dalam artikel kali ini, Zhinkadiary.com mencoba mengulas lima bidang usaha sampingan di desa yang jika dijalani dengan serius akan menguntungkan penduduk desa. Untuk informasi selengkapnya, yuk baca tulisan ini.

1. Usaha sayuran hidroponik

Mengembangkan usaha budi daya sayuran hidroponik dapat menjadi salah satu usaha sampingan yang menjanjikan di desa.

Lihat saja, contohnya Nur Khamdani, lelaki yang berasal dari Desa Bakulan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, yang sukses membudidayakan sayuran hidroponik.

Sayuran hidroponik Khamdani dikembangkan di halaman rumahnya yang luas. Sampai saat ini, usaha tersebut menjadi usaha utama keluarganya.

Berbekal mendapat informasi dari istrinya, ia mencobanya sendiri hingga menjadi pengusaha yang sukses.

sayuran hidroponik
Sumber gambar: Pixabay/naidokdin

Kalau kamu memiliki lahan yang tak terpakai di sekitar rumah, coba saja untuk membudidayakan sayuran hidroponik. Pelajari cata menanamnya dan bagaimana memasarkannya.

Sayuran hidroponik tentu memiliki keunggulan ketimbang yang ditanam di tanah, karena bebas dari pestisida, hasil panen lebih banyak, dan tak ada rotasi penanaman sebagaimana sistem konvensional.

Sayuran hidroponik adalah bisnis yang tak lekang oleh waktu. Nah, jika lahan hidroponik yang dipergunakan cukup luas, bisa saja kamu gunakan sebagai lokasi strategis wisata karena dapat menjadi objek yang menarik wisatawan.

2. Jasa kurir

Jasa kurir pada zaman modern ini berkembang sangat pesat dengan bantuan teknologi yang dibalut aplikasi.

Dengan aplikasi seperti Gojek dan Grab, kita hanya cukup membayar tarif dalam jumlah tertentu berdasarkan jarak tempuh kepada driver yang mengantarkan dokumen atau barang.

Semenjak ada aplikasi tersebut, khususnya masyarakat di kota-kota besar jadi terbantu dengan jasa kurir online.

Namun tidak semua wilayah di Indonesia ada jasa kurir online, terutama di wilayah pedesaan. Pada umumnya sasaran kurir online hanya menyasar kota-kota besar yang memiliki mobilitas yang tinggi.

Baca juga: 5 Bisnis Online Terlaris dan Bermozet Besar di Indonesia

Berbeda dengan wilayah pedesaan, semua hal rata-rata harus kita lakukan sendiri. Pasalnya, infrastruktur dan demografinya belum sebaik kota, sehingga banyak pula anak muda yang mengadu nasib dengan bekerja di kota.

Namun keterbatasan yang ada di pedesaan tak membuat anak-anak muda di Desa Gontar, Alas Barat, Sumbawa, berdiam diri.

Melalui GCU (Gontar Community Undergarden) Express, para anak muda yang tergabung dalam komunitas tersebut membuat terobosan di desa dengan menciptakan jasa kurir, jasa jemput barang, dan jasa belanja.

GCU Express terdiri dari puluhan anak muda yang ingin mendapatkan uang tambahan dari jasa kurir tersebut.

Usaha jasa kurir ini cukup membantu masyarakat di desa tersebut, terutama bagi pedagang makanan, belanja harian rumah tangga, dan jasa antar barang.

Sebagian besar anggota GCU Express menjadikan jasa kurir hanya sebagai pekerjaan sampingan, karena sebagian dari mereka berprofesi sebagai guru, petani, dan peternak.

Sistem pembagian keuntungan antara kurir dan komunitas membuat GCU Express menjadi salah satu usaha sampingan di desa yang bisa diperhitungkan.

Kamu juga bisa mencoba usaha sampingan semacam ini di desamu, karena dengan begitu usaha seperti ini bisa memanfaatkan jasa para pemuda dan memanfaatkan waktu luang yang ada.

3. Usaha Peternakan

Peternakan merupakan usaha bisnis paling jamak di pedesaan...

Jika belum yakin 100% menjadi peternak, kamu bisa menjadikan peternakan sebagai bisnis sampingan.

Namun, bukan mustahil peternakan bisa menjadi bisnis utama kamu suatu saat nanti. Kita bisa belajar ternak dari Ahmad Dika Ramdani, seorang peternak kambing dari Majalengka. Pemuda ini memulai bisnis ternak kambing di usia 22 tahun.


peternakan kambing
Sumber gambar: Pixabay/naidokdin

Pada usia semuda itu, ia pada mulanya memiliki kambing 15 ekor dengan modal 30 juta. Pemiliki Ordinari Farm ini, saat ini sudah mempunyai kambing sebanyak 200-an ekor. Ia mulai beternak sejak 2013 lalu.

Adapun jenis kambing yang ia ternakkan adalah jenis kambing jawa wandu, benggala, dan peranakan etawa.

Selain beternak, Dika juga melakukan penggemukan kambing. Menurut dia, penggemukan kambing perputarannya cukup cepat, dari mulai beli bibit usia 7/8 bulan, sudah bisa dijual satu bulan kemudian. Jadi, perputaran penghasilan untuk penggemukan menurutnya sangat efisien.

Di samping itu, Dika tak hanya beternak kambing, ia juga memanfaatkan lahan pertanian dengan menanam pisang yang berguna untuk menutupi biaya operasionalnya setiap bulan.

Tambahan penghasilan juga ia dapatkan dari kotoran kambing yang dijadikan pupuk.....

Dengan demikian, ia melakukan satu hal untuk banyak hal, sehingga tidak hanya statis beternak kambing.

Di awal mula bisnis kambing, ia banyak menemui kendala. Tetapi semakin lama, sistem yang ia buat semakin bagus sehingga masalah demi masalah dapat diatasi dengan baik. Salah satu kendala besar yang ia hadapi adalah perubahan cuaca yang menyebabkan kambing terserang penyakit.

Karena itu, ia membuat bentuk kandang kambing yang berbeda dari kandang peternak lain untuk mengantisipasi perubahan cuaca tersebut.

Perlu kamu ketahui bahwa di Indonesia per tahun masih kekurangan sekitar 1,2 juta ekor kambing. Dengan kata lain, sektor usaha ternak kambing masih menjadi peluang yang menjanjikan. Namun jika kamu masih dalam taraf belajar, maka bisa menjadikan ternak kambing ini sebagai usaha sampingan terlebih dahulu.

4. Usaha kerajinan dari limbah kayu dan barang rongsok

Apakah kamu pernah terpikir bahwa barang-barang yang tak terpakai bisa menjadi usaha sampingan?

Ya, limbah kayu dan barang-barang rongsokan ternyata dapat dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai ekonomi. Misalnya, limbah kayu dapat kamu manfaatkan menjadi lemari, meja, kursi, pagar, dan bahkan kayu potong untuk memasak.

Di pedesaan, kamu harus pandai dalam mencari peluang....

Untuk memulai bisnis, kamu tidak harus menggunakan modal yang besar. Tetapi kamu dapat memanfaatkan barang-barang di sekitar yang sudah tidak terpakai.

Hanya saja, kalau mau mencoba usaha pengrajin dari limbah kayu dan rongsokan, kamu harus mempunyai kepandaian merakit dan membuat barang yang tak bernilai menjadi bernilai.

Tantangan kreativitas kadang tidak semua orang bisa lakukan. Tapi bukan berarti kamu tak bisa mencobanya. Mungkin perlu kerja yang ekstra apabila kamu benar-benar ingin menjadi seorang pengrajin.

Pasalnya, sudah banyak orang yang mampu menjadi pengrajin dengan bermodalkan barang-barang rongsok yang sudah tak terpakai. Untuk itu, di situlah perlunya kamu belajar kepada orang yang sudah berkecimpung dalam bisnis tersebut.

Baca juga: Contoh Proposal Usaha Terlengkap dan Terbaik

Kamu bisa belajar, misalnya, dari UD Berkah Limbah Kayu yang bergerak dalam usaha laminasi kayu menggunakan limbah-limbah kayu, di Kabupaten Purbalingga.

Dari bahan-bahan limbah tersebut, kayu diolah menjadi barang kerajinan dan furnitur.

Alasan di balik pendirian usaha ini adalah karena banyak limbah kayu olahan di Purbalingga yang pemanfaatannya belum optimal.

Nah, peluang ini lalu dimanfaatkan dengan mengolah potongan-potongan kayu untuk diproses produk baru yang laku di pasaran.

5. Usaha ATK dan fotokopi

Kalau kamu memiliki rumah di pinggir jalan atau bagian samping rumah ada cukup ruang, kamu bisa membuka usaha ATK dan fotokopi.

Kamu jangan berpikir bahwa bisnis demikian harus mengeluarkan uang besar. Ya memang, tetap mengeluarkan uang banyak, tetapi kamu tidak harus membuka toko ATK dan fotokopi yang super lengkap.

Mulailah dengan bisnis kecil-kecilan dulu.....

Baca juga: Ide Bisnis: Usaha dengan Modal 300 Ribu

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah letak toko ATK berdekatan dengan sumber keramaian. Contohnya, tak jauh dari tokomu ada kantor kelurahan, sekolah, atau puskesmas.

Tapi kalaupun tidak dekat dengan tempat-tempat tersebut, kamulah satu-satunya penjual ATK dan fotokopi di desamu. Maka mau tidak mau, orang-orang sekitar akan berdatangan ke tokomu.

Tak harus lengkap barang-barang yang ada di tokomu karena kamu baru pada tahap membangun. Setidaknya, kebutuhan pelanggan di desamu dapat tercukupi.

Nah, keutungan lebih dari usahamu ini bisa kamu gunakan untuk membeli perlengkapan bisnis tersebut.

Jika bisnis ini kamu jadikan usaha sampingan, maka wajib ada orang yang melayani pelanggan. Akan tetapi, jika mau mencoba peruntungan dengan bisnis ini, kamu bisa full time mengelola usaha tersebut.

Kesimpulan

Sebenarnya, peluang usaha di desa ada sangat banyak. Namun sering kali banyak warga desa yang kurang inisiatif untuk menjadikan peluang tersebut menjadi unit bisnis yang menjanjikan bagi masa depan. Apalagi setiap desa di Indonesia memiliki SDA yang unik satu sama lain. Inilah yang bisa digali lebih dalam agar bisa menjadi sumber bisnis dan meningkatkan perekonomian desa.

Peran pemuda desa juga harus ditingkatkan karena mereka adalah generasi penggerak. Anak muda desa memang kini cenderung lebih suka mengadu nasib di kota ketimbang membangkitkan kehidupan di pedesaan. Nah, cara pikir seperti ini sebenarnya keliru.

Sebagai anak muda, kamu bisa belajar dari para pebisnis yang diulas dalam tulisan ini. Selamat mencoba dan semoga bisa menginspirasi!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post