9 Peluang Usaha Ternak Jangka Panjang yang Menguntungkan

Iklan 728x90

9 Peluang Usaha Ternak Jangka Panjang yang Menguntungkan

Usaha ternak bisa menjadi peluang bisnis yang patut diperhitungkan. Peternakan adalah salah satu sektor ekonomi yang penting dalam peta konsumsi secara nasional. Tanpa peternakan yang memadai, akan terjadi krisis bahan makanan di Indonesia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2018 disebutkan bahwa terdapat 3,8 juta orang yang terserap dalam sektor peternakan. Dengan demikian, peternakan juga ikut menyumbang 3,17% tenaga kerja dalam tingkat nasional.

usaha ternak

Artinya, sektor peternakan selain menjadi pasokan bahan makanan, juga terbukti menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Terutama bagi kamu yang tinggal di pedesaan, ini adalah kesempatan yang bagus untuk memulai bisnis ini.

Meskipun beternak itu susah-susah gampang, kamu dapat belajar terlebih dahulu sebelum terjun langsung. Misalnya, dengan mengamati teman atau peternak yang sudah sukses. Sebaiknya, mereka kamu jadikan mentor dalam usaha ternak.

Dengan memiliki mentor, kegagalan usaha kamu akan diminimalkan ketimbang praktek tanpa ilmu dan pendamping. Nah, jika kamu sudah berniat menjadi peternak, ZhinkaDiary.com sudah mencatat daftar usaha ternak yang bisa kamu pertimbangkan berikut ini.

1. Ternak hewan kecil

kambing
Sumber gambar: Pixabay/ongerdesign

A. Kambing

Kambing bisa menjadi salah satu bisnis ternak yang menguntungkan. Pasalnya, kebutuhan kambing bagi masyarakat Indonesia cukup besar bagi industri kuliner dan pasar. Bahkan, permintaan daging kambing per tahun pada kenyataannya masih kurang memadai.

Kalau lokasi tempat tinggalmu masih terdapat lahan kosong atau di pedesaan, ini bisa menjadi celah untuk memulai usaha ternak kambing.

Perlu kamu ketahui juga bahwa beternak kambing ini enggak ada matinya lho.....

Pertama, daging kambing disukai banyak orang, dari orang Indonesia hingga luar Indonesia. Kedua, kambing termasuk binatang yang halal dikonsumsi dalam ajaran Islam. Bahkan setiap tahun ada hari raya Idul Adha yang membutuhkan kambing dalam jumlah besar serta kebutuhan kambing untuk aqiqah.

Ketiga, kambing adalah hewan ternak yang memiliki masa panen yang cepat. Dalam waktu satu tahun, kamu sudah bisa panen.

Keempat, selain dagingnya, susu kambing juga bernilai ekonomi yang cukup tinggi. Kambing yang terkenal menghasilkan susu yang berkualitas adalah kambing etawa. Selebihnya, kulit kambing serta kotoran kambing juga bisa diolah kembali sehingga tidak terbuang percuma.

B. Domba garut

Domba garut juga memiliki pasaran yang bagus di Tanah Air. Domba ini bukan domba biasa, karena memiliki keunggulan dibanding domba yang lain, seperti bentuk tubuh dan tanduk yang menawan.

Domba garut yang pernah memenangkan kontes juga bisa dijual dengan harga yang tinggi, mencapai puluhan juta lho.

Pada 2018, Indonesia pernah mengeskpor domba garut ke Uni Emirat Arab sebanyak 300 ekor dengan estimasi harga Rp 3 miliar. Fantastis banget kan harganya?

Harga jual per ekor domba garus berkisar pada harga 2 juta hingga 4 juta rupiah atau bergantung pada harga pasaran.

Akan tetapi, walau bisnis domba garut menggiurkan, kamu harus juga memperhatikan tingkat persaingan penjualan yang sangat kompetitif.

C.  Kelinci

Beternak kelinci juga bisa menjadi pilihan usaha yang mendulang omzet yang cukup besar. Alasannya, karena kelinci adalah hewan yang mudah adaptasi, mudah dijinakkan, dan perkembangbiakan hingga panen lumayan cepat.

Dalam dunia perkelincian, ada dua jenis, yakni kelinci hias dan kelinci budidaya. Untuk kelinci budidaya, yang dimanfaatkan adalah daging dan bulunya. Daging kelinci biasanya diolah menjadi sate kelinci.

Kelinci ternak/pedaging bisa dipanen setelah berumur 3,5 bulan atau setara dengan bobot badan 2-3 kilogram. Masa penggemukan berlangsung dalam 2-3 bulan.

Baca juga: Peluang Usaha Sampingan Karyawan yang Terbukti Menambah Menghasilkan

2. Ternak hewan besar

sapi
Sumber gambar: Pixabay/Robert-Owen-Wahl

A. Sapi

Beternak sapi tidak bisa dikatakan mudah karena membutuhkan ilmu, pengalaman, dan ketekunan. Tak hanya itu, kamu juga harus menyiapkan kandang yang besar dan jauh dari permukiman warga.

Ternak sapi agaknya membutuhkan modal yang tidak sedikit karena membutuhkan banyak biaya seperti pembelian bibit, perawatan dari mulai hewan dan kandang, serta pemasaran yang tertarget.

Sapi juga hewan ternak yang berada pada urutan tertinggi tingkat konsumsinya di Indonesia. Setiap pasar pasti menjual daging sapi, bahkan ada yang dijual secara eceran. Dengan demikian, kebutuhan sapi di Indonesia amatlah tinggi untuk konsumsi harian dan akan terus meningkat pada Idul Adha.

Jenis-jenis sapi yang bisa kamu ternakkan adalah sapi bali, sapi ongole, sapi madura, sapi brahman, dan sapi limousin. Tiap-tiap jenis sapi tersebut memiliki keunikan dan perbedaan dalam pembudidayaannya.

B. Kuda

Ternak kuda adalah bisnis yang jarang diminati di Indonesia. Mungkin hewan ini dikenal sebagai alat transportasi belakar. Kalaupun ada kuliner sate kuda, tetapi kurang tenar ketimbang sate ayam atau sapi.

Padahal, kuda bernilai ekonomi yang tinggi dan tidak harus dikonsumsi dagingnya. Misalnya, beternak kuda untuk dijadikan kuda pacu. Di banyak tempat, sekarang ini banyak tersedia kuda pacu yang dinaiki anak-anak. Untuk satu kali putaran bisa dikenai biaya 10-20 ribu rupiah.

Kalau kamu beternak kuda, bisa saja kuda-kuda yang sudah besar kamu jadikan kuda pacu dan kamu plot ke tempat-tempat ramai untuk jadi kuda pacuan. Omzetnya lumayan besar, apalagi di hari libur, karena banyak anak-anak kecil yang menyukai kuda tunggangan.

C. Kerbau

Seperti kuda, ternak kerbau juga tidak seramai ternak-ternak hewan besar lainnya. Kerbau tidak sepopuler sapi. Tapi tahukah kamu jika daging kerbau adalah daging merah yang pasokannya pasokannya kurang untuk kebutuhan per tahun di Indonesia.

Alasannya pemerintah melakukan impor karena harga daging merah di Indonesia lebih mahal ketimbang daging merah impor. Padahal dengan melakukan impor secara berlebihan, hal itu sama saja dengan membuat penjual daging di Indonesia merugi karena kalah bersaing dengan daging luar.

Terlepas dari kontroversi tersebut, beternak kerbau memiliki keunggulan ketimbang ternak hewan besar lainnya. Pertama, kerbau memiliki tingkat adaptasi yang sangat bagus pada lingkugannya dan bahkan dalam lingkungan buruk sekalipun. Kedua, kerbau dapat bertahan hidup dalam lingkungan dan kualitas makanan yang buruk. Ketiga, kerbau mempunyai tips tersendiri untuk mempertahankan kesehatan tubuhnya dengan cara yang unik, yakni berkubang.

Sektor ternak kerbau memang belum intinsif dan belum dirilik pemerintah, sehingga masyarakat masih membudidayakan sapi sebagai ternak nomor satu di Tanah Air. Dengan melihat keunggulan yang dimiliki kerbau, setidaknya faktor risiko kerugian akibat kematian dan kualitas daging atau susu yang buruk, bisa menjadi daya tarik bagi peternak.

Baca juga: Usaha Sampingan di Desa yang Menguntungkan dan Menjanjikan

3. Ternak hewan unggas

ayam
Sumber gambar: Pixabay/klimkin

A. Ayam

Memelihara unggas seperti ayam itu cukup mudah, karena ayam termasuk hewan yang sering kita temukan di mana-mana. Di daerah pinggiran kota banyak warga yang memelihara ayam. Biasanya, jenis ayam dibagi menjadi dua, yaitu jenis ayam kampung dan ayam pedaging/broiler.

Khusus ayam pedaging/broiler, umumnya diternakkan untuk penggemukan dan dijual di pasar untuk kebutuhan rumah tangga ataupun makanan olahan. Sedangkan ayam kampung diternakkan baik untuk pasar, bahan olahan makanan, ataupun konsumsi harian rumah tangga. Untuk harganya, jelas lebih mahal ayam kampung.

Dalam soal pemeliharaan, ayam kampung lebih kondusif dan kuat bertahan ketimbang ayam potong. Pasalnya, ayam kampung terbiasa mencari makan secara mandiri di alam liar dan lebih organik. Berbeda dengan ayam potong/broiler yang pakannya ditentukan peternak dan kurang aktif sebagaimana ayam kampung.

B. Bebek

Pembudidayaan bebek juga mempunyai kelebihan ketimbang ternak ayam. Pasalnya, bebek memiliki daya tahan tubuh yang lebih bagus daripada ayam. Selain bebek dijual dagingnya, di Indonesia banyak diternakkan bebek petelur.

Jenis-jenis bebek yang diternakkan adalah bebek jawa, bebek bali, bebek kalimantan, indian runner, dan bebek pedaging. Bebek jawa paling produktif bertelur, karena per tahun bisa menghasilkan kurang lebih 300 butir telur. Sedangkan bebek bali termasuk kurang produktif bertelur, karena per tahun hanya menghasilkan kurang lebih 145 butir telur.

C. Burung

Ternak burung saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ada banyak kisah sukses orang-orang yang berpenghasilan puluhan juta per bulan dengan beternak burung. Ada banyak jenis unggas burung yang bisa kamu pilih. Tapi jika melihat tren sekarang, burung kicau yang paling menggiurkan keuntungannya.

Coba kamu lihat saja saat ini betapa makin meningkatnya penggemar burung kicau. Sering kali kontes burung kicau diadakan di berbagai tempat dan burung yang menang kontes bisa dihargai mahal jika dijual.

Burung kicau yang sekarang jadi primadona adalah murai, kenari, dan lovebird. Bahkan burung murai ada yang dijual per ekor mencapai 16 juta rupiah.

Kesimpulan

Dari bebagai ternak hewan kecil, besar, dan unggas tersebut tentunya ada faktor risiko yang harus menjadi pertimbangan calon peternak. Setidaknya, sebelum memulai ternak hewan tertentu, kamu harus mempelajarinya lebih dalam dan membuat pembukuan keuangan agar terlihat pengeluaran dan pemasukan dalam satu kali panen dengan jelas. Selain itu, hal lain yang juga harus diperhatikan adalah modal yang kamu punya serta ketersediaan lahan ternak. Selebihnya, kuatkan tekad dan niat untuk bekerja keras menyukseskan peluang usaha ternak yang kamu bangun. Semoga berhasil dan selamat mencoba!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post