Memahami Algoritma Google Bekerja dalam Mesin Telusur

Iklan 728x90

Memahami Algoritma Google Bekerja dalam Mesin Telusur

Google adalah sebuah mesin telusur (search engine) yang terbesar di dunia. Hampir semua informasi yang terdapat di dunia bisa ditemukan di Google. Bahkan setiap kata yang kamu ketik di Google sudah tentu memiliki konteksnya, sehingga akan memberikan tambahan informasi atau topik tertentu berdasarkan berita terbaru dan kekinian dari kata penelusuran tersebut.

Bayangkan saja, misalnya, ketika kamu akan mengerjakan pekerjaan sekolah atau kuliah, tentunya jika kamu merasa kurang tahu atau ingin memperdalam bidang pengetahuan yang akan kamu dalami, tentu menggunakan mesin telusur Google. Tak sekadar itu, jika kamu ingin mencari atau membeli barang tertentu, sudah pasti Google-lah yang menjadi informasi pertama kamu—jika belum ada orang yang memberi tahu kamu.

Memahami Algoritma Google Bekerja dalam Mesin Telusur

Meski sebenarnya ada mesin telusur lain, seperti Bing, DuckDuckGo, Yahoo!, Baidu, Yandex, tetap Google yang paling teratas. Berdasarkan data dari internetlivestats.com (di bawah) tercatat bahwa pengunjung tahunan Google dari tahun 1999 hingga 2012 saja meningkat secara drastis dan mencapai triunan. Bahkan internetlivestats.com juga mencatat secara realtime per detik pengunjung Google menyentuh angka 5 miliar.

Internetlivestats.com juga menyimpulkan bahwa Google memproses lebih dari 40.000 kueri per detik yang berarti terdapat 3,5 miliar pencarian per hari dan 1,2 triliun pencarian per tahun di seluruh dunia.

Google, mesin telusur, search engine

Oleh karena itu, aspek bisnis yang bisa dilakukan oleh Google juga terbuka sangat lebar. Misalnya, salah satunya penayangan iklan berdasarkan kueri penelurusan di mesin telusur atau penayangan iklan di blog atau website yang merupakan hubungan simbiosis antara advertiser dan publisher. Salah satu aspek bisnis Google inilah yang hingga saat ini masih menjadi primadona dengan program Adsense-nya.

Khusus untuk para blogger atau pemula di bidang digital marketing setidaknya harus memahami bagaimana cara algoritma Google bekerja. Hal ini adalah dasar bagi para publisher yang memproduksi artikel melalui blognya untuk bersaing di mesin telusur Google. Tampaknya, memang, persaingan artikel di Google amat berat, sehingga perlu trik jitu dan konsistensi untuk mendapat lapak di page one Google.

Google mampu menganalisis penelusuran kata

Sebagai search engine yang canggih, Google memiliki kemampuan untuk menganalisis kata-kata dalam kueri penelusuran. Bisa dibayangkan ada beratus-ratus bahasa di dunia yang harus dibuat model bahasa dalam indeks Google. Belum lagi, setiap bahasa juga memiliki jumlah kueri, pengguna, dan ragam dialek yang beraneka ragam.

Selain itu, Google juga memiliki kemampuan memfilter kesalahan ejaan dalam penggunaan kata. Misalnya, ketika kamu mengetik kata “Steven Jobs”, maka di kotak pencarian Google akan membenarkan kesalahan eja pada kata “Steven” yang seharusnya ditulis “Steve”. Nah, inilah kemampuan mesin telusur Google mendeteksi kesalahan eja. Meski demikian, tidak semua kata-kata sudah terindex di Google. Kalaupun salah dalam menginformasikan ejaan kata yang benar, Google juga akan memberikan opsi pilihan kata lain yang bisa pengguna pilih.

Google, SEO, search engine

Dengan demikian, bagi SEO pemilihan kata pada URL maupun pada keyword yang terdapat dalam sekujur tubuh artikel memang harus menjadi pertimbangan. Misalnya, kalau kita mengetik “algoritme Google”, maka yang banyak dicari justru “algoritma Google”. Ini juga bisa menjadi pertimbangan ketika kamu sedang membuat sebuah artikel yang membicarakan tentang “algoritma Google”. Meski, bentuk “algoritma” adalah bentuk yang tidak baku dalam bahasa Indonesia.

Google dapat mencocokkan penelusuran kata

Setelah memiliki kemampuan menganalisis penelusuran kata di mesin telusur, Google akan mencocokkan kueri yang kamu tulis. Di sinilah, peranan penting Google dalam menemukan informasi yang kamu cari di blog atau website yang memposting artikel sesuai dengan kueri penelusuran.

Di samping itu, Google juga mempunyai kemampuan dalam memilah mana informasi yang relevan dan mana yang tidak. Jadi, tidak semata-mata hanya mengandalkan keyword dalam sebuah artikel sehingga menampilkan artikel tersebut untuk kamu.

Baca juga:  Tips Optimasi SEO Blog Terbaru yang Wajib Diketahui Blogger

Google akan memilih artikel yang unik, menarik, dan bermutu di halaman pertama mesin telusur. Ini adalah hadiah bagi para blogger yang dengan susah payah menulis artikel original, sehingga artikelnya diberikan peringkat tempat istimewa.

Kalau kamu menginginkan artikel kamu page one, jangan pernah mengecoh mesin telusur dengan membuat susunan artikel dengan keyword yang berlebihan. Apalagi sampai membuat pembaca tidak nyaman membaca artikel kamu. Ini justru akan membuat pembaca kabur dan tidak akan mampir lagi di blog kamu.

Google mengutamakan pengalaman pengguna


Dengan demikian, hal terpenting dan nomor satu adalah puaskanlah pengguna/pembaca, bukan mesin telusur. Buatlah artikel yang original dan penggunaan bahasa yang alamiah sebagaimana berkomunikasi dalam bahasa tertulis. Google tidak menyukai situs yang memberikan pengalaman buruk bagi pengguna.

Baca juga: Sumber Backlink Gratis Berkualitas yang Bagus untuk SEO Blog

Untuk memprioritaskan artikel yang bermutu dan tidak, Google mempunyai ratusan faktor penentu. Nah, faktor inilah yang tidak disebutkan detailnya seperti apa. Namun setidaknya kamu bisa mempelajari dari panduan webmaster Google dalam membuat konten artikel. Di halaman tersebut, kamu bisa belajar tentang kriteria artikel yang bermanfaat bagi pengguna.

Apalagi, kalau kamu mengikuti program Adsense, maka jangan pernah melanggar TOS Google. Baca baik-baik panduan penulisan konten Google dan terus update berita terbaru langsung dari Google. Dengan demikian, di kemudian hari situs atau blog kamu akan aman dari badai banned Adsense.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post