Cinta Beda Agama: Apa yang Harus Diperbuat?

Iklan 728x90

Cinta Beda Agama: Apa yang Harus Diperbuat?

Cinta beda agama menjadi momok yang masih kurang diterima di Indonesia. Kurang diterima karena hal tersebut masih dianggap tabu, sehingga orang yang berani menjalani hubungan cinta tersebut dianggap tak mengikuti ukuran "kebenaran" dalam masyarakat. Karena itu, menjalankan cinta berbeda agama harus siap dengan segala konsekuensinya.

Jika ditelusuri lebih jauh, hubungan percintaan tidak terikat pada hal apa pun, seperti agama. Cinta adalah proses saling mencintai dua orang insan secara tulus dan ikhlas. Cinta merupakan unsur perekat bagi dua orang yang saling mengasihi. Dengan adanya cinta, maka segala perbedaan dengan sendirinya dengan mudah disatukan. Itulah kehebatan cinta, yakni suatu "perasaan" dasariah yang dimiliki setiap manusia.

Cinta Beda Agama

Namun, cinta yang tulus dan ikhla seperti itu sebenarnya tidak ada. Pasalnya, ada banyak embel-embel di luar cinta yang juga menjadi penghalang hubungan tersebut. Salah satunya adalah perbedaan agama. Ya, di dunia ini tentu ada orang yang tidak mempermasalahkan agama dengan cinta. Ada yang menganggap cinta ya cinta, agama ya agama. Keduanya adalah dua unsur yang berbeda. Sebaliknya, ada orang yang beranggapan bahwa cinta harus dijalani oleh orang yang memiliki satu iman. Kalau tidak satu iman, maka pasanganmu harus pindah agama atau hubungan kalian diselesaikan saja.

Ilustrasi di atas adalah gambaran kerumitan hubungan cinta jika dikaitkan dengan kondisi sosial dan budaya. Apalagi di Indonesia, jumlah orang yang menikah satu agama dengan yang berbeda agama jumlahnya sangat banyak. Mayoritas orang mengatakan bahwa cinta harus diikat dengan hanya satu iman, sedangkan minoritas orang yang berani menyatakan pendapat bahwa cinta tak harus diikat dengan agama: selama dua hati menyatu dalam kasih dan ikhlas, maka itu sudah cukup.

Dalam artikel ini, ZhinkaDiary.com akan memberikan tips untuk mengatasi hubungan cinta berbeda agama. Yuk, disimak apa saja poin pentingnya.

1. Tetap berhubungan dan berkomitmen

Pilihan pertama, kamu dan pasangan tetap tak mempermasalahkan status agama. Kalian tetap berhubungan sebagaimana sebuah hubungan yang normal. Hanya, masalahnya ketika kalian memiliki anak, maka harus dipertimbangkan baik-baik, apakah anak kalian harus mengikuti agama salah satu pihak atau bagaimana. Nah, akan lebih baik dibicarakan jauh-jauh hari hal ini agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

2. Mengikuti keyakinan agama pasangan

Pilihan kedua, kamu atau pasangan memilih salah satu agama. Jadi, antara kamu dan pasangan harus ada yang mengalah dan menganut agama dari pasangan. Ini juga termasuk hal yang berat karena pada satu sisi kamu atau pasangan harus mengorbankan pilihan agama demi pasangan. Belum lagi, jika pihak keluarga menentang keras, hal demikian justru bisa menjadi dilema yang sulit untuk diputuskan. Oleh karena itu, lebih baik pertimbangkan secara matang terlebih dahulu. Apakah memang benar doi adalah pasangan yang tepat bagi kamu?

3. Mengakhiri hubungan

Pilihan ketiga, kalian mengakhiri hubungan cinta. Kedengarannya sangat ekstrem sih, tetapi ini bisa menjadi pilihan terakhir jika pilihan pertama atau kedua mustahil untuk dilakukan. Dengan cara mengakhiri hubungan cinta, maka kalian harus bisa ikhlas menerima hubungan kalian berhenti di tengah jalan dan membiarkan kekasih hati mencari penggantimu dengan orang yang seiman.

Nah, jika kamu mengalami kondisi hubungan cinta yang berbeda agama, mungkin kamu bisa menggunakan salah satu dari tiga opsi tersebut. Tetapi sebelumnya, kamu harus berpikir secara masak untuk mengambil keputusan besar bagi hidupmu.....
***

Baca juga artikel lainnya:
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post