5 Bisnis Anak Kuliah Modal Kecil yang Dapat Menghasilkan Uang Sampingan

Iklan 728x90

5 Bisnis Anak Kuliah Modal Kecil yang Dapat Menghasilkan Uang Sampingan

Sebagai anak kuliahan, punya uang sendiri adalah suatu kebanggaan. Apalagi uang yang didapatkan tersebut adalah hasil dari berbisnis. Ini akan menjadi nilai plus bagi kalian. Pasalnya, dengan mencoba bisnis artinya kamu mencoba untuk berusaha lebih daripada hanya menerima uang bulanan dari orang tua. Berbisnis akan membuat kamu lebih matang dalam melakukan perencanaan, strategi, hingga menggunakan uang dengan cara yang benar.

Ada mahasiswa yang berbisnis karena memang kondisi yang menyebabkan mereka harus mencari uang tambahan/sampingan sendiri. Tipe mahasiswa ini biasanya kesulitan finansial sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan di perantauan sehingga ia harus mencari uang tambahan. Kira-kira kamu termasuk tipe mahasiswa yang mana?

Bisnis Anak Kuliah Modal Kecil
Sumber gambar: geralt/Pixabay

Sebenarnya ada banyak peluang usaha yang bisa kamu coba untuk mencari uang tambahan. Tapi memang tidak semua model bisnis bisa kamu lakukan karena faktor kamu masih fokus pada kuliah. Terkadang ada juga usaha sampingan yang dilakoni justru menghasilkan omzet besar sehingga harus lebih difokuskan daripada kuliah itu sendiri. Pada dasarnya, tujuan dari kuliah agar kita mudah diterima dalam bekerja, bergaji lebih besar dari lulusan sekolah menengah, dan mendapatkan prestise gelar sarjana.

Bisnis apa yang cocok untuk mahasiswa sepertimu? Nah, berikut ini Zhinkadiary.com rangkum beberapa jenis bisnis yang bisa dilakukan anak kuliahan.

1. Bisnis kuliner

Makanan adalah satu bisnis yang tidak akan pernah mati. Di saat krisis seperti pandemi Corona pun bisnis makanan tetap ada yang laku. Namun untuk beberapa bisnis kuliner seperti restoran, warung makan, waralaba seperti KFC terkena imbasnya. Bagi anak kuliah, bisnis makanan ini masih dalam skala yang kecil, karena modal yang dikeluarkan juga tidak besar. Tapi yang jelas pangsa pasarnya sudah ada, yakni para mahasiswa. Tentunya kamu sudah tahu kuliner apa yang dibutuhkan para mahasiswa dan harganya berapa.

Di bawah ini merupakan beberapa contoh usaha yang bisa kamu lakukan di dalam kampus maupun di luar kampus:
  • Menjual makanan kecil. Usaha makanan cemilan termasuk memiliki prospek yang bagus. Hampir setiap orang suka ngemil, apalagi kaum hawa. Salah satu contoh camilan yang laku keras di kampus adalah keripik. Ada beragam keripik yang bisa kamu jual. Kamu dapat mencari camilan ini melalui pusat grosir atau pasar kemudian menjualnya di kantin kampus, koperasi, atau dititipkan di warung-warung sekitar kampus.
  • Minuman kekinian. Di hampir setiap tempat minuman kekinian begitu populer. Biasanya minuman ini dikemas sedemikian rupa sehingga tampilannya memikat konsumen. Begitu pun harganya masih masuk kantong untuk ukuran anak kuliahan. Jenis minumannya juga beragam, dari teh hingga kopi. Jika kamu ingin mencoba menjual minuman kekinian dapat melalui waralaba karena tidak akan membuat repot dalam mengurus soal bahan baku dan brand-nya sudah terkenal. Jika ingin mandiri, kamu dapat membuat minuman kekinian dan menjualnya di lokasi-lokasi yang ramai.

2. Bisnis les privat

Sebagai anak kuliah, membuat jasa les privat adalah cara paling mudah dan bahkan tidak keluar modal. Jurusan kuliah yang kamu ambil apa? Modal inilah yang kamu jadikan sebagai bisnis les privat. Misalnya, kamu mengambil jurusan sastra Indonesia, maka kamu dapat membuka les privat untuk pelajaran bahasa Indonesia. Sasaran pasar kamu sudah jelas: anak-anak sekolahan dari tingkat dasar hingga menengah.

Baca juga: Barang yang Cocok dan Cepat Laku Dijual Online

Apalagi misalnya jurusan yang kamu ambil adalah jurusan kependidikan, maka sudah sewajarnya jika bisnis sampingan yang kamu geluti adalah les privat. Sembari menyelesaikan kuliah, kamu tetap dapat mencari penghasilan tambahan plus pengalaman mengajar. Jika kamu mengalami kesulitan mencari siswa, maka lebih baik bergabung dahulu dengan bimbel yang sudah ternama. Tapi honor setiap mengajar akan dipotong oleh bimbel tersebut.

Jika ingin mencari klien secara mandiri, kamu harus rajin bertanya dan menawarkan diri kepada orang lain. Kamu juga bisa menggunakan media sosial untuk mencari klien dengan menggunakan hastag yang tertarget. Biasanya sih jika kamu sudah memiliki beberapa orang siswa, maka tawaran mengajar privat ada saja berkat rekomendasi dari orang tua siswa yang kamu ajar.

3. Bisnis bimbel

Bukan tidak mungkin kamu membangun semacam perusahaan bimbel yang bergerak dalam jasa pendidikan. Jika awalnya kamu melakukan les privat dari rumah ke rumah, kini mulai tertarik membuat bimbel, maka kamu dapat merekrut beberapa guru untuk bergabung membangun bimbel.

Jika bimbel kamu belum memiliki tempat atau belum bisa membayar sewa tempat, maka kamu dapat memperkerjakan mahasiswa-mahasiswa tersebut ke rumah-rumah siswa. Memang mirip dengan les privat, tetapi dari setiap sesi pertemuan kamu dapat memotong honor yang akan diterima oleh mahasiswa tersebut. Kamu hanya perlu mengelola bimbel ini dan menghubungkan orang tua siswa yang butuh jasa bimbingan belajar ke mahasiswa yang sedang membutuhkan uang tambahan.

4. Menjadi penulis freelance

Di zaman sekarang, profesi penulis sangat banyak dibutuhkan. Apalagi ketika semua orang mencari informasi menggunakan internet, maka dari situlah jasa-jasa kepenulisan diperlukan. Kamu dapat mencari bergabung dengan situs-situs web tertentu yang membutuhakn tulisan untuk dipublikasi di situsnya. Jika bidang yang kamu geluti cocok dengan topik dalam situs web tersebut, maka kamu akan dijadikan pelus freelance.

Baca juga: Usaha Makanan yang Cocok dan Mudah Dilakukan Mahasiswa

Penghasilan sebagai penulis freelance berbeda-beda. Ada yang membayar mahal, dan ada pula yang membayar di bawah harga standar. Hal itu lagi-lagi bergantung pada seberapa besar perusahaan situs web tersebut. Jika sudah bonafide, maka bayaran setiap artikel kamu cukup untuk biaya bulanan kuliah kamu. Selain itu, topik artikel yang kamu tulis juga berbeda dengan topik lain. Misalnya, topik finansial dan gaya hidup tentu berbeda harganya. Bisa saja topik finansial memiliki harga yang lebih mahal ketimbang gaya hidup karena tingkat kesulitannya.

5. Menjadi editor lepas

Selain menjadi penulis freelance, kamu juga dapat menjadi editor lepas. Sebenarnya, menjadi editor itu juga memiliki keuntungan tersendiri. Pada satu sisi, kamu tidak perlu menulis, karena kamu hanya perlu melakukan editing pada artikel atau buku. Terkadang juga melakukan editing akan lebih menyulitkan jika naskah atau artikel tersebut berantakan, maka kerja kamu bisa dua kali seperti menyusun ulang tulisan tersebut.

Jika berniat menjadi editor lepas, maka hal pertama yang harus kamu kuasai adalah paham akan tata bahasa Indonesia. Pemahaman yang memadai dari struktur bahasa Indonesia ini akan memudahkan kamu menjadi seorang editor. Kamu dapat mencoba menawarkan diri pada penerbit buku atau situs-situs web yang membutuhkan seorang editor lepas.

Bayaran yang kamu terima juga cukup bisa membiayai kehidupan anak kuliahan. Tapi lagi-lagi hal ini bergantung dari honor yang kamu terima. Soalnya di setiap penerbit atau situs-situs web memiliki harga patokan bagi seorang editor lepas. Misalnya, jika kamu diberi tugas mengedit buku, maka bayaran kamu bisa saja ditentukan dari per halaman, per kata, atau per proyek buku yang selesai.

Demikianlah bisnis anak kuliah yang bisa kamu coba untuk mendapatkan uang sampingan atau tambahan. Semoga membantu!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a comment

Iklan Tengah Post