10 Tips Ampuh Lolos Interview Kerja di PT

Iklan 728x90

10 Tips Ampuh Lolos Interview Kerja di PT

Interview kerja di PT (perusahaan) merupakan salah satu rangkaian proses yang harus dilewati calon karyawan untuk diterima bekerja. Lolos atau tidaknya seseorang dalam wawancara bergantung pada banyak faktor. Ada kalanya faktor keberuntungan juga ikut berperan dalam proses tersebut.

Namun tidak hanya karena keberuntungan saja seseorang diterima jadi karyawan. Kamu pun harus membekali diri agar siap menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara atau HRD di perusahaan tersebut.

interview kerja

Jika kamu adalah seorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman interview kerja, ada baiknya membaca artikel “Hal yang Sering Ditanyakan saat Interview Kerja Fresh Graduate”. Dari artikel ini setidaknya kamu bisa membayangkan pertanyaan yang akan ditanyakan pihak HRD.

Artikel lain yang berkaitan dengan wawancara kerja adalah “Cara Menghadapi Interview Kerja bagi Pemula”. Ini juga bisa kamu baca sebagai langkah awal dalam memahami posisi pekerjaan yang kamu minati, latihan wawancara, tips membuat curriculum vitae, hingga pakaian yang dikenakan dalam interview.

Sebenarnya interview kerja di perusahaan satu dengan lainnya sama saja. Namun mungkin yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap PT memiliki gaya atau budaya perusahaan yang berbeda. Hal ini bisa kamu pelajari dari pengalaman teman yang pernah mengikuti proses rekrutmen di PT tersebut atau bertanya langsung kepada pihak HRD perusahaan.

Di bawah ini adalah beberapa contoh perusahaan yang sering membuka lowongan pekerjaan:
  • PT Sari Melati Kencana (Pizza Hut)
  • PT Kalbe Farma
  • PT Mitra Adi Perkasa (Starbuks, Burger Kings)
  • PT Griya Mie Sejati (Bakmi GM)
  • PT Pembangunan Jaya Ancol
  • PT Ace Hardware Indonesia
  • PT Telkom Indonesia
  • PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart)
  • PT Indofood Sukses Makmur
  • PT Indomarco Prismatama (Indomaret)
  • PT Dunikindo Lestari (Dunkin Donuts)
  • PT Mayora Indah
  • PT FastFood Indonesia (KFC)
  • PT Trans Retail Indonesia (Carefour)
  • PT Asuransi Sinar Mas
  • PT HM Sampoerna
Untuk diterima kerja di perusahaan-perusahaan besar tersebut, kamu harus melewati tahapan interview terlebih dahulu. Setiap perusahaan memperlakukan calon karyawannya berbeda-beda dalam proses rekrutmen.

Umumnya perusahaan melakukan interview dua kali, yakni saat pertama kali dan terakhir kali sebelum benar-benar diterima. Yang pertama bertemu dengan pihak HRD dan yang terakhir bertemu dengan kepala bidang departemen yang kelak akan menjadi atasan si karyawan.

Berikut di bawah ini adalah rangkuman ZhinkaDiary.com mengenai tips lolos interview kerja di perusahaan yang kamu inginkan. Selamat membaca!

1. Mencari tahu lebih jauh tentang bidang bisnis perusahaan

HRD perusahaan yang kamu lamar kemungkinan meminta pandangan kamu tentang bidang bisnis perusahaan, kompetitor, dan bagaimana perusahaan bisa berkembang ke depan. Untuk menjawab pertanyaan demikian, kamu tidak bisa asal menebak saja karena HRD akan menilai wawasan kamu tentang bidang bisnis perusahaan.

Karena itu, kamu bisa fokus meneliti di beberapa perusahaan yang bergerak pada bidang bisnis yang serupa dengan perusahaan yang kamu lamar. Jangan terlalu meluas ke banyak industri yang berbeda bidangnya.

2. Mempromosikan kemampuan dan ketertarikan pada bidang pekerjaan

Ketika berhadapan dengan HRD ataupun calon atasan, kamu harus pandai dalam mempromosikan kemampuan kamu pada bidang pekerjaan. Artinya, kamu harus membuat diri kamu adalah kandidat yang layak dan terbaik pada posisi tersebut.

Beri tahukan juga kepada pewawancara mengapa kamu menginginkan pekerjaan itu serta kemampuan atau skill kamu yang dibutuhkan oleh perusahaan. Apabila pewawancara berpikir bahwa kamu benar-benar tidak tertarik pada pekerjaan tersebut, maka ia tak akan memberikan kamu tawaran pekerjaan.

Usahakanlah bahwa kamu tertarik pada posisi perkerjaan itu dan berikan gambaran kontribusi kamu terhadap posisi pekerjaan tersebut!

3. Mempersiapkan jawaban dari pewawancara

Sebelum interview, ada baiknya kamu mencari tahu pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara secara umum. Bagi kamu yang fresh graduate mungkin bertanya-tanya berapa lama proses wawancara dan ada berapa banyak pertanyaan yang muncul.

Untuk itu, persiapkan diri kamu sebaik mungkin. Pikirkan pertanyaan apa yang mungkin bakal muncul sesuai dengan posisi pekerjaan dan siapkanlah jawaban atas pertanyaan tersebut. Dengan menyiapkan jawaban, kamu tidak perlu meraba-raba jawaban selama berlangsungnya interview.

4. Siapkan pertanyaan berkualitas kepada pewawancara

Selama interview, tidak hanya kamu yang diberikan pertanyaan, tetapi juga pewawancara. Karena itu, berikan pertanyaan cerdas kepada pewawancara. Ini dapat menunjukkan pengetahuan kamu mengenai perusahaan dan niat serius kamu bekerja.

Pewawancara biasanya akan bertanya: "Apakah Anda punya pertanyaan?" Setidaknya kamu sudah menyiapkan satu atau dua pertanyaan. Namun jika kamu menjawab, "Tidak ada pertanyaan." maka pewawancara akan menyimpulkan bahwa kamu tidak terlalu tertarik dengan posisi pekerjaan di perusahaan tersebut.

Apabila kamu melakukan serangkaian wawancara dengan perusahaan yang sama, maka kamu bisa menggunakan beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan. Nah, ini ada dua pertanyaan serba guna yang dapat kamu jadikan pertanyaan ke pewawancara: "Menurut Anda, hal terbaik apa yang didapatkan jika bekerja di perusahaan ini?" dan "Seperti bagaimana calon karyawan yang diinginkan atau diharapkan untuk mengisi posisi pekerjaan ini".

5. Berlatih sebelum interview

Sebelum wawancara berlangsung, perbanyak latihan di rumah. Mungkin jika kamu tak pernah berlatih akan sulit dan bingung untuk menjawab pertanyaan seperti ini: "Mengapa kami harus memperkerjakan Anda?"

Dengan banyak latihan, kamu akan semakin fasih dan lancar menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari pewawancara. Cara berlatihnya bisa mengajak teman atau anggota keluarga. Anggap saja kamu sedang berakting interview sekaligus latihan membuat jawaban yang bernas dari setiap pertanyaan.

Jika kamu hanya seorang diri, kamu dapat merekam jawaban dan memutarnya kembali untuk mendengar mana jawaban yang harus ditingkatkan. Pastikanlah bahwa jawaban yang kamu berikan bersuara jelas dan dipahami pewawancara.

6. Kesuksesan interview di lima menit pertama

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa pewawancara akan memutuskan calon karyawan di lima menit pertama interview dan sisa waktunya digunakan untuk mencari atau menguatkan keputusan tersebut. Untuk itu, kamu harus tiba di lokasi dengan energi penuh dan antusiasme yang tinggi agar aura positif dari diri kamu dirasakan oleh pewawancara.

Dengan demikian, mulailah untuk berkomentar positif mengenai perusahaan, seperti "Saya sangat menantikan pertemuan ini." atau "Saya berpikir bahwa perusahaan ini melakukan pekerjaan penting di bidang bisnis ini dan saya sangat senang jika dapat ikut berkontribusi."

7. Jangan bersikap pasif selama interview

Barangkali upaya kita bersikap sopan hanya menjadikan diri kita terlalu pasif selama interview. Kamu harus bisa membedakan antara bersikap sopan dan pasif. Sebagaimana wawancara serupa dengan komunikasi verbal lainnya, maka lakukan percakapan yang aktif dan baik kamu ataupun pewawancara saling menanggapi satu dengan lainnya.

Kamu jangan membuat kesalahan dengan hanya duduk dan menunggu pertanyaan pewawancara. Kamu harus memastikan bahwa pewawancara mengetahui poin-poin penting dari dirimu selama interview.

8. Selalu berpikir positif

Selama interview, jangan sesekali menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang pengeluh. Bahkan jika pewawancara bertanya seperti ini, "Apakah kamu tidak menyukai atasan di perusahaan sebelumnya?” Janganlah menjawab seperti yang diminta dari pertanyaan. Tetapi gantilah jawaban kamu dengan kalimat yang positif dan mengesankan bahwa kamu bukanlah seorang pengeluh.

9. Mengucapkan terima kasih

Setelah selesai interview jangan lupa mengucapkan terima kasih. Tetapi di sini kamu mengucapkan terima kasihnya melalui e-mail. Kustomisasikan catatan terima kasih itu dengan merujuk secara spesifik terhadap apa yang sudah dibahas pewawancara. Misalnya, "Saya sangat senang dengan (atau tertarik dengan, atau senang mendengar) apa yang Anda katakan tentang....." Kirimkan catatan terima kasih kamu dalam waktu 48 jam setelah wawancara.

Untuk menulis ucapan terima kasih yang baik, kamu perlu meluangkan waktu setelah interview mengenai beberapa hal penting yang dikatakan pewawancara. Kamu dapat menuliskan apa yang bisa kamu lakukan lebih baik dalam interview dan buatlah penyesuaian sebelum kamu berangkat--jika seandainya dipanggil kembali--untuk wawancara berikutnya.

10. Jangan pernah menyerah!

Apabila kamu merasa interview tempo hari buruk untuk pekerjaan yang menurutmu sangat cocok untukmu, maka jangan pernah menyerah! Kamu masih bisa melakukan hal ini: menulis catatan dan mengirim e-mail atau menghubungi pewawancara untuk memberi tahu bahwa kamu melakukan komunikasi yang buruk selama interview berlangsung.

Kamu bisa menekankan kembali mengenai apa yang kamu tawarkan kepada perusahaan dan katakan juga bahwa kamu menginginkan kesempatan untuk berkontribusi pada perusahaan. Apakah strategi ini dapat memberi kamu tawaran kerja? Hal ini bergantung pada kebijakan perusahaan tersebut.

Namun satu hal yang pasti: jika kamu tidak pernah mencoba, maka tidak akan ada peluang untukmu. Di beberapa perusahaan, pendekatan seperti ini bisa berhasil di banyak kesempatan. Gunakanlah strategi terakhir ini untuk meraih karir impianmu.

Kesimpulan

Untuk mendapatkan pekerjaan impian memang membutuhkan kerja keras. Tidak hanya skill yang mumpuni, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dalam proses interview. Pasalnya, perusahaan akan menilai kandidat dari berbagai macam faktor selama waktu interview. Tips yang kami berikan di atas hanyalah gambaran umum dan penentu kelulusan kembali kepada diri pribadi dan kebijakan perusahaan. Setidaknya dengan mengetahui tips lolos interview tersebut, kamu memiliki ancang-ancang dan menyiapkan segalanya dengan baik. Semoga membantu!
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post