Ciri-Ciri Generasi Z

Iklan 728x90

Ciri-Ciri Generasi Z

Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1996 dan tahun 2010. Generasi ini memiliki perbedaan dari generasi pendahulunya, yaitu generasi Y atau milenial. Anak-anak muda dari generasi Z memiliki karakterisitik yang cukup berlainan dari generasi-generasi sebelumnya, terutama dalam hal penggunaan teknologi.

Dalam generasi ini, teknologi memiliki peran penting dalam kehidupan keseharian mereka. Oleh karena itu, dalam artikel ini, ZhinkaDiary.com akan membahas secara khusus generasi yang sangat melek internet ini. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca ulasan berikut ini.

Ciri-Ciri Generasi Z

1. Generasi di era digital

Generasi Z terlahir ketika internet tengah berkembang dan menguasai dunia. Mereka bukanlah generasi konvensional yang hanya menggunakan pesawat telepon untuk berkomunikasi. Pasalnya, komunikasi mereka lebih modern. Mereka menggunakan gadget yang canggih dan piawai dalam menggunakan perangkat-perangkat elektronik.

Aktivitas keseharian mereka juga selalu berhubungan dengan internet. Dengan demikian, generasi Z ini juga tidak bisa menjalani rutinitas tanpa adanya internet. Mereka termasuk generasi yang diberikan kelebihan berupa limpahan akses untuk segala informasi.

2. Kurang fokus

Selain kelebihan yang dimiliki generasi Z, tentu ada juga kekurangan yang melekat pada anak-anak muda ini. Salah satunya ialah mereka cenderung kurang fokus dalam bekerja, kurang konsentrasi, dan perhatiannya mudah teralihkan.

Dalam dunia kerja, karakteristik yang kurang baik dari generasi Z ini agaknya harus mendapatkan perhatian. Memang, pada satu sisi, generasi ini cenderung berpikir lebih maju dan memiliki sifat problem solver. Namun, dalam soal kekurangan yang dimiliki generasi ini sebaiknya menjadi catatan perusahaan atau sekolah dalam melakukan pendekatan terhadap mereka.

3. Lebih plural

Generasi Z juga mempunyai keutamaan yang patut dipuji, yakni sikap pluralitas. Pada pihak lain, generasi ini meninggalkan warisan sikap-sikap generasi sebelumnya yang agak sulit untuk menerima perbedaan. Karena itu, berdasarkan penelitian dari Business Insider, banyak dari responden generasi Z yang memiliki teman-teman dengan latar belakang budaya dan suku yang berbeda.

Mungkin juga karena akses mereka lebih cepat dalam menggunakan internet, maka batasan geografis, suku, dan wilayah bukan lagi suatu hambatan dalam berkomunikasi.

4. Independen

Sifat lain yang dipunyai generasi Z adalah sikap independen. Generasi Z tidak mudah untuk dicampuri terlalu mendetail dalam urusan pekerjaan. Mereka sangat menghargai privasi diri sendiri dan juga privasi orang lain. Di samping itu, mereka juga cenderung ingin bekerja cepat sesuai dengan ambisinya.

Akibatnya, cara kerja dan cara pandang yang berbeda dengan generasi sebelumnya memungkinkan terjadi gesekan dengan generasi sebelumnya. Sudah terlihat jelas bahwa generasi yang piawai dalam teknologi ini memiliki sistem kerja yang berbeda dengan generasi Y, apalagi generasi X.

5. Jadi freelancer

Pengaruh independensi generasi Z terhadap pekerjaan membuat mereka lebih menyukai kerja secara freelance ketimbang kerja kantoran. Inilah yang menyebabkan kultur perusahaan pada masa generasi Z bisa berbeda dari kultur perusahaan sebelumnya. Pasalnya, generasi Z justru lebih suka bekerja, misalnya, di kafe daripada di kantor dengan jam-jam tertentu. Yang penting mereka bekerja sesuai dengan beban pekerjaan yang jelas.

Apalagi terlihat saat ini banyak bermunculan situs-situs freelance seperti Sibulancer.com, Freelancer.com, atau Fiverr.com yang mempertemukan para pekerja profesional dengan pemberi kerja. Dengan bermodalkan keahlian tertentu, generasi Z tentunya lebih nyaman bekerja secara freelance yang menawarkan beban kerja dan pendapatan dalam jumlah tertentu ketimbang rutinitas kantoran yang bagi mereka bisa membosankan.

Kesimpulan

Berdasarkan kelima karakteristik tersebut, kehadiran generasi Z bagi dunia kerja memang membawa angin segar sekaligus kultur yang berbeda dari dunia kerja sebelumnya. Perusahaan-perusahaan tidak harus pesimis ketika mengetahui cara berpikir dan bekerja generasi Z di luar gaya para pekerja di era terdahulu.

Ini adalah tantangan bagi perusahaan untuk tetap memperkerjakan mereka sesuai dengan gaya mereka tanpa harus terjadi konflik internal dengan pekerja kantor. Perusahaan juga harus pandai mensiasati generasi Z dalam membangun perusahaan dengan membuatkan kebijakan, panduan bekerja, dan saluran komunikasi yang menjembatani gagasan inovatif mereka.

Baca juga: Tips Melenyapkan Victim Mentality
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post