Rekomendasi Kuliner Lokal Enak Khas Betawi di Jakarta

Zhinkadiary.com – Kuliner enak di Jakarta ada banyak sekali. Bahkan boleh dikatakan Jakarta merupakan pusat kuliner karena terdapat bermacam-macam olahan kuliner.

Akan tetapi, jika Anda sedang berkunjung ke Jakarta, alangkah baiknya jika mencoba kuliner lokal masyarakat Betawi. Pada kesempatan kali ini, Zhinkadiary.com merangkum beberapa kuliner lokal Jakarta yang wajib Anda coba. Pasti dijamin bikin nagih!

Rekomendasi-Kuliner-Lokal-yang-Enak-dan-Khas-Betawi-di-Jakarta
Sumber: tresiahoban3/Pixabay

1. Gurih, asin, dan manisnya kerak telor

Makanan khas Betawi yang sangat populer adalah kerak telor. Jika Anda datang ke pusat budaya Betawi di Setu Babakan, maka di setiap kios menjual kerak telor.

Tak hanya di Setu Babakan, kerak telor juga dapat Anda jumpai dalam acara seperti Pekan Raya Jakarta.

Untuk mendapatkan kerak telor yang lezat memang dibutuhkan pengalaman dalam mencoba dan membandingkan. Tapi jika belum sama sekali mencobanya, Anda bisa meminta rekomendasi dari orang yang berpengalaman atau mencari informasi di internet.

Dari bentuknya, kerak telor mirip sekali dengan martabak. Namun yang membedakannya adalah isinya, yakni ketan, kelapa yang sudah disangrai dan ebi.

Cara memasak kerak telor juga terbilang unik, yaitu dengan memasaknya di atas tungku arang dengan panci yang terbalik. Rasa kerak telor memang khas, ada rasa gurih, asin, dan manis.

2. Nasi ulam, menu sarapan yang lezat

Tinggal di ibu kota Jakarta rasanya kurang lengkap jika belum mencoba nasi ulam. Nasi ulam pada masyarakat Betawi biasa dikonsumsi sebagai menu sarapan.

Makanan khas Betawi ini merupakan akulturasi dari pengaruh kuliner Tionghoa. Cara pembuatannya juga unik, karena menggunakan beras pera yang ditanak dengan lengkuas, panda, daun salam, serai, dan jahe.

Nasi ulam disajikan dengan disiram menggunakan semur kentang, telur, atau kentang. Selain itu, nasi ulang juga sering kali ditambah dengan bihun goreng, cumi asin goreng, perkedel, atau telur dadar iris.

Istimewanya nasi ulam ini karena tambahan daun kemangi sehingga aromanya harum, serta tambahan bawang goreng dan kacang tanah tumbuk.

Baca juga: Makanan Tradisional Jawa Barat dan Keterangannya

3. Gurih dan nikmatnya semur jengkol

Rasanya tidak semua orang menyukai jengkol. Biasanya orang tidak suka jengkol karena rasanya agak pahit dan jika buang air kecil akan berbau menyengat.

Tapi sebenarnya jika jengkol diolah dengan baik, rasanya tak kalah dengan daging. Misalnya, dalam semur jengkol.

Masyarakat Betawi yang piawai mengolah semur jengkol justru akan membuat jengkol ini enak dikonsumsi. Dan mereka biasanya menghilangkan aroma menyengat jengkol itu dengan merendamnya di air kapur atau air rebusan batang padi.

4. Laksa ala Cina Betawi

Laksa menurut asalnya bukan dari Jakarta, melainkan dari Cibinong, Jawa Barat. Namun ketika laksa tiba di Jakarta, makanan ini disesuaikan dengan citarasa orang Cina Betawi.

Karena itu, laksa yang kita kenal di Jakarta disebut juga sebagai laksa betawi.

Komposisi laksa betawi antara lain telur, bihun, perkedel, daun kemangi, dan kucai. Kuliner yang diolah oleh masyarakat Cina Betawi ini memiliki citara rasa manis dan gurih.

Baca juga: Camilan Lezat yang Terbuat dari Tepung Terigu

5. Soto betawi, cocok jadi menu makan siang

Di Indonesia bisa dibilan setiap wilayah memiliki beragam soto. Termasuk di wilayah Betawi. Maka soto di Jakarta ini disebut sebagai soto betawi.

Soto betawi ini bukan seperti soto pada umumnya yang berkuah bening. Soalnya, soto betawi ini berkuah santan dengan isian daging sapi, kentang, dan tomat.

Soto betawi ini paling cocok dikonsumsi dengan nasi putih. Oleh karena itu, soto betawi memang sering dijadikan menu makan siang.

Agar lebih nikmat, soto betawi bisa Anda tambahkan emping dan sambal.

Demikian informasi mengenai makanan tradisional Jakarta yang perlu Anda coba. Anda perlu googling terlebih dahulu untuk mencari tempat makan yang terkenal agar mendapatkan citarasa khas kuliner Betawi ini.

Leave a Comment