4 Cara Memulai Usaha Kuliner Kecil-Kecilan agar Memiliki Prospek yang Bagus

Zhinkadiary.com – Usaha kuliner kecil-kecilan merupakan unit usaha mikro yang berkembang biak pada revolusi industri 4.0. Sektor food and beverage pada usaha kuliner mikro ini perlu penanganan khusus karena banyak di antaranya kurang memperhatikan inovasi produk, kurangnya manajemen bisnis, dan umumnya pendekatan yang mereka gunakan adalah “intinya jualan saja”.

Pendekatan seperti itu sebenarnya kurang baik karena usaha kuliner tidak sekadar berjualan saja. Anda tentunya ingin taraf bisnis Anda berkembang dari waktu ke waktu. Jadi tidak hanya berjalan di tempat. Pasalnya, jika berjalan di tempat alhasil omzet dan manajemen bisnis kuliner Anda juga tidak akan berkembang ke arah yang positif.

Apakah Anda saat ini sedang merintis usaha kuliner kecil-kecilan? Ya, Anda berada di artikel yang tepat, karena Zhinkadiary.com akan menjelaskan bagaimana cara memulai usaha mikro kuliner tersebut.

Sumber: PactoVisual/Pixabay

1. Adaptasi bisnis kuliner dengan teknologi

Di atas sudah dibahas secara singkat bahwa revolusi industri 4.0 membawa dampak yang signifikan dalam hal kemajuan teknologi. Peran teknologi ini sudah seharusnya diikuti dengan melek teknologi para pelaku bisnis mikro. Sebagaimana usaha kuliner kecil-kecilan setidaknya tidak hanya berjualan di pinggir jalan saja, di rumah, ataupun berpindah tempat.

Jika dirasa usaha kuliner Anda memiliki pangsa pasar yang luas, tidak ada salahnya untuk menggunakan baik perangkat teknologi maupun aplikasi semacam media sosial untuk mempopulerkan bisnis kuliner Anda. Pasalnya, kekuatan teknologilah yang saat ini menjadi motor penggerak paling cepat untuk mengenalkan suatu merek atau brand kepada publik.

Baca juga: Usaha Makanan Unik dengan Modal Kecil dan Untung Besar

2. Jenis usaha kuliner kecil-kecilan

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mencari tahu usaha kuliner kecil-kecilan itu ada saja jenisnya. Biasanya usaha kuliner tersebut meliputi usaha makanan ringan atau minuman kemasan.

Untuk usaha makanan ringan antara lain camilan goreng-gorengan dan keripik. Kemudian untuk usaha minuman ringan bisa aneka minuman dingin dengan berbagai rasa. Bagi orang yang tidak memiliki modal besar, usaha demikian memang paling mudah dan menjualnya bisa di berada rumah atau di pinggir jalan.

Lihatlah dalam periode waktu tertentu. Jika usaha kuliner kecil-kecilan Anda berkembang dengan baik, maka Anda perlu melakukan perluasan pangsa pasar dan pengelolaan manajemen yang lebih profesional. Pada tahap ini, Anda juga bisa melakukan inovasi dan perbaikan produk agar dilirik konsumen.

3. Menggunakan aplikasi Grabfood atau Gofood

Aplikasi Grab dan Gojek mungkin dapat Anda jadikan latihan untuk memasarkan usaha kuliner Anda. Misalnya, Anda menjual pisang goreng. Maka modifikasilah pisang goreng tersebut agar kekinian. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa googling sendiri untuk mencari inspirasi.

Contoh paling mutakhir adalah kehadiran es kepal milo. Produk minuman ini termasuk jenis minuman ringan yang sangat populer pada beberapa tahun lalu. Meskipun kepopulerannya tidak lama setidaknya awal muda kehadirannya benar-benar digandrungi penikmat minuman dingin dan orang-orang yang penasaran ingin mencobanya.

Jika produk Anda sudah sudah ditetapkan, maka foto produk Anda sebaik mungkin dan gunakanlah aplikasi Grab dan Gojek untuk menjual produk kuliner Anda secara online. Aplikasi tersebut akan memudahkan Anda dalam berjualan karena transaksi lebih cepat secara online.

Baca juga: Usaha Makanan Paling Laris dan Enggak Ada Matinya sampai Saat Ini

4. Empat tahapan dalam berbisnis kuliner

Meskipun saat ini, bisnis kuliner Anda masih dalam skala kecil atau mikro, Anda perlu mengetahui skala pengembangan produk dengan empat tahapan, yakni idea generation, development, preparation, dan execution.

Di tahap pertama adalah awal mula Anda ingin memulai bisnis, yakni sebagai pengusaha Anda sudah mengetahui produk bisnis apa yang ingin dibuat. Hal ini meliputi jenis produk apa yang diinginkan pasar.

Tahap kedua adalah perumusan ide bisnis Anda. Tahap ini meliputi pembuatan produk dan identitas yang dibangun dari bisnis kuliner Anda. Kemudian tahap ketiga adalah mematangkan produk kuliner Anda dengan segala aspeknya. Terakhir, tahap eksekusi merupakan tahapan dimulainya peluncuran bisnis Anda kepada pasar.

Gambaran ini bisa menjadi ilustrasi bagaiman industri kuliner kecil-kecilan yang dikelola dengan baik dapat berprospek positif. Anda perlu menyimak lagi bagaimana industri makanan ringan seperti aneka keripik bisa mencapai tahap kematangan bisnis, seperti pada keripik Maicih. Semoga membantu!

Leave a Comment