Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Pengangguran: Jenis, Bentuk, dan Akibatnya

Secara harfiah, pengangguran adalah orang perseorangan yang belum atau sedang mencari pekerjaan. Pengangguran juga dapat diartikan orang yang termasuk kategori angkatan kerja yang belum memiliki pekerjaan dan secara aktif sedang mencari pekerjaan. 

Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang dampaknya langsung dirasakan pada diri individu tersebut. Masalah pengangguran adalah masalah berat karena jika dialami seseorang artinya ia mengalami penurunan standar hidup dan tekanan psikologis. Pengangguran juga bisa terjadi karena ketidakseimbangan pasar tenaga kerja. Misalkan, jumlah tenaga kerja yang ada lebih banyak daripada jumlah tenaga kerja yang diminta.

Pengertian, jenis, bentuk, dan akibat dari pengangguran
Sumber gambar: Pixabay/1820796

Efek dari jumlah pengangguran juga berdampak langsung pada negara. Topik ini selalu menjadi buah bibir setiap tahun dan negara memiliki andil yang besar terhadap angka pengangguran. Karena itu, untuk menekan angka pengangguran, negara harus mengeluarkan kebijakan yang dapat menenkan jumlah pengangguran dengan membantu menciptakan lapangan kerja.

Persoalan ini ternyata tidak saja dialami oleh negara miskin atau berkembang, pun di negara maju isu pengangguran tetap menjadi persoalan pelik yang penting dicarikan jalan keluarnya.

Secara khusus, Zhinkadiary.com akan mengulas masalah pengangguran dalam artikel ini. Disimak terus ya artikelnya!

Jenis-jenis pengangguran

Dalam ekonomi makro, pengangguran dibedakan berdasarkan jenis-jenisnya sebagai berikut:
  1. Pengangguran friksional: pengangguran yang terjadi lantaran perubahan dalam syarat-syarat kerja seperti adanya perubahan dan dinamika ekonomi. Pengangguran friksional juga dapat terjadi, misalnya, karena seseorang yang berpindah kerja ke tempat kerja lain dan tenggang waktu ini berstatus penganggur.
  2. Pengangguran musiman: pengangguran ini terjadi karena fluktuasi ekonomi dalam jangka pendek atau sementara waktu. Biasanya terjadi pada sektor pertanian. Misalnya, petani mengalami penurunan kesibukan bercocok tanam di waktu tertentu.
  3. Pengangguran siklis: pengangguran yang terjadi karena perubahan dalam aktivitas perekonomian. Misalnya, karena efek ekonomi nasional, perusahaan merumahkan sebagian karyawannya dan pengurangan penggunaan mesin produksi.
  4. Pengangguran struktural: pengangguran yang terjadi karena sifatnya yang mendasar. Misalnya, pencari kerja yang melamar pekerjaan tertentu tetapi tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dari lowongan tersebut. Dengan kata lain, pencari kerja tidak mampu memenuhi persyaratan pekerjaan yang diminta.

Bentuk-bentuk pengangguran

  1. Pengangguran terbuka: tidak tersedianya lapangan pekerjaan, padahal di satu sisi banyak pencari kerja yang ingin bekerja
  2. Setengah pengangguran: pekerja yang bekerja secara penuh tetapi produktivitasnya rendah
  3. Tenaga kerja yang lemah: pekerja yang bekerja secara penuh tetapi intensitasnya lemah lantaran penyakitan atau kurang gizi
  4. Tenaga kerja yang tidak produktif: pekerja yang bekerja dengan produktif tetapi tidak menghasilkan produk yang baik

Teori klasik penyebab terjadinya pengangguran

  1. Kekakuan tingkat upah: serikat buruh menolak upah yang rendah. Soalnya, jika mereka menerima upah rendah, maka permintaan tenaga buruh meningkat dan jumalah penganggur bisa diturunkan.
  2. Kekakuan pihak pengusaha: mereka memiliki monopoli dalam angka upah dan dapat menentukan harga pasar.

Akibat buruk pengangguran

  1. Akibat buruk pada kegiatan perekonomian: menyebabkan pelemahan pertumbuhan perekonomian karena dampak langsung pengangguran.
  2. Akibat buruk pada individu dan masyarakat: menyebabkan pelemahan kehidupan individu dan ketidakstabilan sosial dalam masyarakat.
Demikianlah pengertian serta serba-serbi dari istilah pengangguran yang bisa kami bagikan. Semoga membantu!

Posting Komentar untuk "Pengertian Pengangguran: Jenis, Bentuk, dan Akibatnya"

Berlangganan via Email