Strategi dan Tips Melakukan Perencanaan Keuangan yang Tepat

Iklan 728x90

Strategi dan Tips Melakukan Perencanaan Keuangan yang Tepat

Perencanaan keuangan adalah seni pengelolaan uang/anggaran baik individu maupun keluarga untuk menggapai tujuan yang diinginkan di masa depan. Dengan kata lain, perencanaan keuangan merupakan suatu langkah yang efisien, efektif, dan bermanfaat demi goal dan harapan ke hari depan, seperti memiliki dana pensiun, dana pernikahan, dana anak sekolah, dana kelahiran, dan sebagainya.

Sebenarnya tidak hanya soal keuangan kita harus memiliki tujuan yang jelas. Dalam segala hal pun kita sebenarnya tanpa disadari memiliki rencana untuk mencapai keberhasilan dalam menggapai tujuan.

Salah satu contohnya adalah seorang ibu yang hendak mempersiapkan anaknya untuk ke sekolah dasar. Tentu, sang ayah mulai saat itu juga mempersiapkan keuangan, termasuk sang ibu yang masih berkarier.

Jika perencanaan keuangan ini dilakukan jauh-jauh hari oleh si ibu dan ayah, maka ketika masuk tahun pertama si anak bersekolah, biaya yang harus dikeluarkan tidak terlampau berat. Berbeda halnya jika anggaran sekolah anak harus disiapkan secara mendadak.

Biaya pengeluaran untuk anak bersekolah, misalnya, seragam, buku paket, buku tulis, alat perlengkapan sekolah, dan termasuk uang jajan anak.

Perencanaan Keuangan
Sumber gambar: Pixabay/rawpixel

Contoh sederhana lainnya ialah sang ibu tersebut ingin membuatkan nasi goreng spesial untuk makan malam keluarganya. Untuk membuat nasi goreng spesial tersebut tentu sang ibu harus membuat daftar belanja bahan-bahan apa saja yang harus dibeli.

Tanpa adanya perencanaan, mulai dari bahan baku pembuatan nasi goreng spesial hingga jam berapa harus selesai memasaknya, maka rencana makan malam tersebut dapat gagal. Di sinilah pentingnya melakukan strategi perencanaan keuangan yang tepat dan benar agar segala tujuan dapat tercapai dengan baik.

Perencanaan keuangan: masa kini dan masa depan

Seperti dikatakan di paragraf awal tulisan ini bahwa perencanaan keuangan adalah “seni mengelola uang/anggaran” agar tujuan yang diinginkan tercapai.

Namun dalam hal perencanaan keuangan, yang dikelola adalah "penghasilan" kita agar dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan di masa depan.

Dilihat dari segi waktu, perencanaan keuangan terbagi menjadi dua:
  1. Untuk memenuhi kebutuhan masa kini
  2. Untuk memenuhi kebutuhan masa depan
Contoh kebutuhan saat ini, yakni biaya cicilan mobil/motor, bayar tagihan listrik/paket pulsa HP, dan biaya dapur. Sedangkan kebutuhan masa depan, yakni biaya naik haji, biaya pernikahan anak, biaya anak hingga tamat pendidikan, dan sebagainya.

Yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa kebutuhan di masa depan memang “harus” dipersiapkan dari sekarang. Akan tetapi, kita tak dapat memastikan penghasilan di masa depan. Kenapa? Karena tetap ada yang namanya faktor “risiko” yang tak pernah kita ketahui, seperti musibah bencana alam, menganggur, atau kecelakaan.

Untuk faktor "risiko" ini benar-benar tidak dapat diprediksi manusia. Kita tak akan pernah tahu kapan terjadinya musibah. Yang pasti, musibah tersebut dapat mengganggu perencanaan keuangan kita di masa depan. Oleh karena itu, memang sudah seharusnya perencanaan keuangan dilakukan secepatnya untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Cara merencanakan keuangan

Ada tiga langkah yang perlu kamu ketahui dalam melakukan perencanaan keuangan. Pertama, kamu harus tahu apa yang kamu punya. Maksudnya, seberapa banyak harga yang kamu miliki. Bahwa kekayaan seseorang dinilai dari kepemilikan harta benda. Yang termasuk harta benda ialah: memiliki uang dan barang berharga seperti perhiasan, rumah, ruko, tabungan, dan lainnya. Selain itu, harta benda tersebut dapat dijual secara tunai di masa mendatang dengan harga yang bagus.

Untuk itu, tidak semua barang yang ada di rumahmu bisa dijadikan harta benda yang memiliki nilai dan harga yang bagus di masa mendatang. Ambil contoh, televisii, mesin cuci, dan kulkas termasuk dalam kategori harta benda yang tidak memiliki nilai yang bagus ketika dijual di masa depan karena seiring berjalannya waktu nilainya terus turun.

Cara lain untuk melihat seberapa besar harta yang kamu punya adalah dengan menghitung total kekayaan bersih (harta – utang). Jika harta kekayaan yang kamu punya lebih besar ketimbang utang yang kamu miliki, maka kondisi keuangan kamu dalam keadaan yang baik.

Kedua, kamu sebaiknya membuat daftar keinginan yang hendak dicapai dalam waktu dekat atau panjang. Misalnya, dua tiga tahun lagi kamu akan membeli sepeda motor seharga 15 juta, lima tahun lagi akan mulai mencicil rumah seharga 100 juta, dan dalam waktu tujuh tahun lagi akan menyiapkan uang pangkal sekolah anak sebesar 15 juta, dan lain-lain.

Dengan menuliskan daftar keinginan, maka kamu harus harus menyediakan jumlah uang yang harus kamu keluarkan pada setiap keinginan yang paling terdekat. Cara ini akan membuat kamu lebih termotivasi untuk mencari dana untuk memenuhi daftar keinginan yang kamu idamkan.

Ketiga, dari poin kedua mengenai daftar keinginan yang akan kamu penuhi, kamu harus bisa menentukan mana keinginan yang lebih dulu kamu utamakan. Jangan sampai keinginan sekunder lebih didahulukan ketimbang keinginan primer. Misalnya, dari pilihan sepeda motor, mencicil rumah, membayar pangkal sekolah anak, mana yang akan didahulukan?

Lihat lagi, mana prioritas yang harus kamu penuhi terlebih dahulu, yakni (1) dana pendidikan anak, (2) mencicil rumah, dan (3) membeli sepeda motor. Nah, mulai saat ini berarti dana pendidikan anak untuk membayar uang pangkal sekolah adalah biaya yang harus segera kamu penuhi, baru kemudian keinginan sekunder dan seterusnya.

Membuat urutan kebutuhan utama sampai terbawah

Jika pada bagian sebelumnya kamu diminta untuk membuat daftar keinginan dari hal yang paling primer ke yang sekunder, maka pada bagian ini kamu harus membuat urutan kebutuhan dari yang utama hingga yang terbawah. Untuk lebih jelasnya, lihatlah tabel perencanaan keuangan di bawah ini:

Dari tabel di atas, kira-kira bagian mana yang akan kamu dahulukan? Untuk kolom bagian kanan "Urutan Kebutuhan Anda", coba isilah dengan urutan yang paling diutamkan.

Misalnya, urutan nomor satu sebaiknya yang harus dipenuhi adalah kebutuhan agama, lalu kebutuhan keluarga inti, dan kemudian kebutuhan keluarga kandung. Nah, sisanya adalah kebutuhan keluarga besar dan kebutuhan-kebutuhan lain.

Kesimpulan

Bagaiamana? Stategi dan tips perencanaan keuangan di atas adalah panduan bagi pemula yang dapat kamu coba dan terapkan dalam keluarga. Sebenarnya, dengan melakukan upaya perencanaan keuangan yang tepat, kamu sudah lengkah lebih maju dalam efisiensi finansial. Hal ini merupakan sesuatu yang krusial terutama dalam kehidupan rumah tangga agar kita terbiasa dengan “perencanaan”. Sebab, jangan sampai keuangan kita terbuang dengan sia-sia tanpa adanya tujuan yang jelas. Apalagi kita sedang dalam masa berjuang untuk meningkatkan taraf hidup rumah tangga. Semoga artikel sederhana ini dapat membantu. (Diolah dari buku "Perencanaan Keuangan Keluarga"/OJK)
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post